Panduan Untuk Penjudi Pemula

  • Jangan jadikan Judi Sebagai Profesi

Jangan pernah berpikir bahwa dengan bermain judi, seseorang bisa kaya dan hidup mewah. Sebuah anggapan yang keliru, oleh sebab itu sebelum memulai berjudi, pahami bahwa penjudi bukan sebuah profesi. Paling bagus, letakkanlah sebagai hobi. Atau jika sudah cukup kenyang makan asam garam perjudian, anggaplah sebagai kesenangan yang sesekali dilakukan. Dengan begitu, kemenangan tak terlalu menyilaukan, dan kekalahan tak terlalu menyedihkan disitulah menjadi daya tarik emosi sebuah permainan perjudian.

  • Membuat Perencanaan

Penjudi yang baik harus punya perencanaan yang baik. Siapa tahu berfaedah. Coba selama sebulan menabung 200.000 rupiah. Itu artinya selama 2 tahun, terkumpul uang: 4.800.000. Pas di saat perhelatan sebuah kegiatan, genapi jadi 5 juta. Itulah modal Anda bermain judi. Kalau kekalahan sudah melewati 5 juta, berhentilah. Penjudi yang baik bisa mengontrol diri, tahu kapan saatnya pergi.
Untuk sebuah hajatan Piala Dunia, coba menabung sebulan 500.000. Artinya kita akan mempunyai modal 12 juta rupiah. Saya genapi jadi 15 juta rupiah. Kalau kekalahan sudah melewati angka 15 juta, berhenti.

Baca juga : BETViva – Judi Online Pertama Yang Meraih Penghargaan Tertinggi

  • Manajemen perjudian

Sebagai contoh. Punya uang modal judi 15 juta rupiah. Dalam hajatan Piala Dunia, misalnya, ada 30 hari pertandingan. Bagi saja menjadi dua: 15 hari. Itu artinya, dalam sehari, maksimal kita hanya boleh berjudi 1 juta rupiah. Secara teoritis, sampai final kita tetap akan bisa bermain. Secara teoritis, kita berharap tidak mungkin kalah berturut-turut. Sebaliknya, secara teoritis pula, kita tidak bisa menang berturut-turut sampai 15 hari. Berjudilah dengan tenang. Hari masih panjang. Atur modal dengan baik.

  • Bila Menang Tak Usah Menjadi Senang

Pada Piala Eropa tahun lalu, bila pernah seminggu berturut-turut menang terus. Menang yang dimaksud di sini adalah kemenangan kumulatif. Misalnya, dalam sehari ada 3 laga. Ketiga pertandingan itu dipasang setiap hari. Kadang menang semua, kadang hanya menang 2 dan kalah 1. Itu dihitung tetap menang. Tapi tetap tidak lantas menaikkan angka taruhan secara sporadis. Sehari tetap 1 juta.

DAPATKAN SEGERA BONUS DEPOSIT HINGGA 350%!!!

  • Jika Ingin Menaikkan Taruhan Lakukan Dengan Proporsional

Kalau sebuah babak selesai, dan Anda menang, atau setidaknya seri, Anda bisa menaikkan angka taruhan. Selain untuk menambah rasa deg-degan, juga karena jumlah pertandingan makin sedikit. Misalnya satu pertandingan di babak penyisihan, Anda pasangi 300 ribu rupiah. Babak selanjutnya bisa ditingkatkan menjadi 500.000 rupiah. Nanti babak selanjutnya lagi jadi 1 juta rupiah, dst. Tapi ingat, semua itu harus tetap dalam batas rasional dan proporsional.

  • Jika Ingin Hal Yang Khusus Buat Laga Final Menjadi Berbeda

Untuk laga final, persiapkan kiat yang juga berbeda. Misalnya begini. Setelah melalui semua pertandingan, ternyata menang 5 juta. Jadi total modal plus kemenangan: 20 juta. Kita bisa memilih dua cara: pertama, khusus laga final hanya dipasangi 5 juta (laba kemenangan). Tapi bisa juga dipasangi 20 juta. Toh uang 15 juta itu memang di tabung untuk hajatan ini. Kenapa harus kita sayangi? Pasangkan saja. Selesai.
Kalau misalnya sebelum final, kalah 5 juta, berarti tinggal 10 juta, uang sejumlah itu pula yang dipasangkan. Proporsinya bisa saya bagi dua: perebutan juara ketiga 2 juta, final perebutan juara pertama: 8 juta.

  • Dan Bila Menang ?

Jadi kalau kita menang, dipakai mentaktir teman-teman, atau membeli buku, sepatu, hape, dll. Habiskan saja uang itu. Misal, modal 15 juta, menang sebelum final: 5 juta. Total: 20 juta. Dipasangkan semua di laga final. Menang lagi. Berarti: 40 juta. Bisa saja Anda habiskan semua. Jangan lupa nabung lagi untuk Piala Eropa dua tahun lagi.
Tapi bisa saja Anda sisihkan: 25 juta untuk Piala Eropa sehingga Anda tidak perlu nabung lagi. Sisanya, silakan habiskan. Hanya di permainan judilah, orang yang kalah bisa sombong, dan orang yang menang cukup rendah hati.